EFISIENSI PERAWATAN, MAINTENANCE

Bila perawatan dilakukan pada waktu interval terlalu pendek akan mengakibatkan biaya perawatan yang besar dan biaya kerusakan yang kecil. Tetapi jika perawatan dilakukan pada interval yang terlalu panjang mengakibatkan biaya kerusakan tinggi dan biaya perawatan kecil

Hal ini disebabkan karena semakin baik perawatan maka biaya perawatan semakin besar. Sedangkan dari waktu yang hilang akibat kerusakan akan semakin kecil dengan bertambahnya mutu perawatan. Oleh karena itu, perlu diadakan perawatan yang optimal yang mampu ditinjau dari biaya perawatan maupun biaya kerusakan.

 

 Baca: KEANDALAN DAN KERUSAKAN

Berkaitan dengan titik optimal tingkat perawatan, beberapa kegiatan perawatan yang perlu diperhatikan adalah

- Aspek Teknis

Aspek teknis berkaitan dengan persoalan menjaga agar produksi pabrik berjalan lancar dengan melihat beberapa indikator berupa:

  • Tindakan apa yang harus dilakukan untuk memelihara dan merawat peralatan
  • Alat yang digunakan dan harus disediakan agar tindakan pada langkah perawatan dapat dilakukan

- Aspek Ekonomis

Aspek yang berkaitan dengan bagaimana usaha yang dilakukan agar kegiatan perawatan dapat berjalan efektif dan efisien. Pada aspek ini perlu adanya analisa biaya dari alternatif-alternatif yang diambil

  • Biaya-biaya yang perlu diperbandingkan pada saat pengambilan keputusan perawatan:
  • Besar biaya yang dikelurkan untuk perbaikan preventif maintenance
  • Besar biaya pemeliharaan dan perbaikan terhadap suatu peralatan dengan harga peralatan
  • Besar biaya pemeliharaan dan perbaikan yang dibutuhkan peralatan dengan jumlah kerugian yang akan dihadapi apabila peralatan tersebut berhenti atau rusak.

 

Baca : INSPEKSI, REPAIR, OVERHAUL, REPLACEMENT 

Biaya- biaya Dalam Perawatan

Terdapat berbagai macam biaya dalam perawatan, dimana biaya tersebut adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dalam melakukan kegiatan perawatan, diantaranya

- Biaya Tenaga Kerja

Yaitu  biaya tenaga kerja yang dikeluarkan untuk merawat komponen-komponen mesin agar mesin tersebut terjaga kondisinya. Perhitungan biaya ini didasarkan pada besarnya gaji tenaga kerja oerbulan dibagi dengan jam kerja efektif tenaga kerja tersebut selama sebulan. Biaya tenaga kerja untuk melakukan perawatan dan perbaikan dianggap sama.

- Biaya Suku Cadang

Merupakan biaya penggantian kerusakan komponen atau pembelian komonen baru.

- Biaya Akibat Perawatan

Merupakan pendapatan yang hilang selama mesin atau fasilitas produksi mengalami kegagalan (gabungan dari biaya operasional dan laba perusahaan)

Model matematis perawatan sangat penting dalam mendukung perhitungan usia pakai peralatan dan penentuan waktu optimal peralatan. Dirumuskan bahwa total biaya perawatan merupakan penjumlahan komulatif biaya kegagalan dan biaya perawatan.

 
Baca: JISHU HOSEN

Kebijakan Penggantian Komponen

A. K. S. jardine (1973), mengklasifikasikan penggantian komponen dan perawatan sebagai masalah deterministik dan masalah probabilistik, Dimana permasalahan deterministik terjadi jika waktu dan hasil tindakan penggantian komonen diasumsikan telah diketaui secara pasti, sedangkan permasalahan probabilistik terjadi jika waktu dan hasil tindakan penggantian komponen tergantung pada suatu kemungkinan

Langkah kebijakan penggantian komponen sebelum komponen mencapai kondisi rusak:

Ongkos dari penggantian komponen akibat kerusakan harus lebih besar dari pada ongkos total penggantian komponen untuk melakukan pencegahan atau dengan kriteria lain biaya kerusakan harus lebih besar dari pada biaya breakdown apabila dilakukan penggantian pencegahan

Laju kerusakan dari peralatan harus meningkat seiring dengan bertambahnya waktiu karena penggantian sebelum rusak. Pola kerusakan ini tidak berlaku jika distribusi keruskan berdistribusi eksponensial negatif dan hiper exponensial karena laju kerusakan konstant dan menurun terhadap waktu, dengan kesimpulan laju kerusakan bertambah sesuai dengan peningkaatan komponen yang terjadi pada mesin dan peralatan.

Post a Comment

0 Comments